Another side from BEHEL Gigi (episode 1)
“Pake behel itu enak loh, bisa membuat penampilan lebih keren dan gaya.”
Yakin
pake behel itu enak?? Coba baca dulu artikel ini sebelum kamu menyesal
memasang behel dan joget2 sambil nyanyi bibirmu doeer…bibirmu
doer..cenat-cenut..cenat-cenut gigiku...
Beberapa tahun terakhir gigi berbehel
lagi ngetrend dikalangan remaja dan anak muda Indonesia terutama Anak
Ghaoel Jakarta. Cewek yang berbehel katanya terlihat lebih cute dan imut
sedangkan kalo cowok berbehel katanya terlihat lebih manis dan kece.
Perspektif itulah yang membuat remaja Jakarta berlomba-lomba untuk
memasang behel untuk meng up grade penampilan mereka. Behel dianggap
sebagai perhiasan atau pelengkap untuk membuat penampilan lebih keren
dan gaul. Sangat disayangkan, ini membuat fungsi utama behel sebagai
perapih gigi bergeser menjadi pelengkap gaya.
Tapi, taukah kalian proses perapihan
gigi pake behel membutuhkan banyak pengorbanan, menimbulkan rasa sakit
dan melalui proses “penyiksaan” yang lama. Dimulai dari “Bonyok” kita
yang berkorban untuk ngeluarin duit berjuta-juta rupiah supaya behel ini
bertengger dengan manisnya digigi kita. Kedua Proses perapihan gigi
yang memerlukan waktu minimal dua tahun juga akan menimbulkan rasa
sakit, ngilu, perih luar biasa dan efek lainnya pada gigi kita.
Ga percaya? Gue akan mencoba sharing
pengalaman gue dan teman-teman gw yang sudah memakai behel. Tak lupa gue
jabarin langkah2 dan proses2 saat memakai behel.
Pertama sebelum behel terpasang kalian harus melakukan rontgen dan foto gigi.
Datangi dokter gigi spesialis pemasangan
behel (dokter Orthodentis) terdekat. Dokter akan mengecheck kadar
keberantakan gigi kalian. Lalu dia akan memberikan surat pengantar untuk
rotgen dan foto gigi di RS terdekat. Biaya rotgen dan foto gigi di tiap
RS beragam. Gue waktu itu mengeluarkan kocek 150an ribu di RS gigi dan
mulut UI, Salemba untuk rotgen dan foto gigi..
Petugas akan mengambil 5 pose foto gigi
kalian yaitu tampak depan, samping kiri, samping kanan, tampak atas dan
tampak bawah. Untuk mendapatkan hasil maksimal, petugas akan memasangkan
alat (plastic berbentuk tapal kuda) ke mulut kita agar mulut kita
terbuka lebar dan gigi terlihat jelas. Kita hanya perlu menunggu +/-
satu jam untuk mendapatkan hasil rotgen dan cetak.
Foto gigi saat akan di foto
Langkah kedua adalah mencetak gigi Palsu.
Eitz
ini bukan gigi palsu untuk nenek-nenek ompong loh. Tapi ini proses
mencetak bentuk gigi kita secara utuh. Tujuannya agar dokter bisa
mengecheck pergerakan gigi kita. Proses cetak gigi ini membutuhkan waktu
1 minggu untuk melihat hasilnya. Nantinya kita akn mendapatkan dua
pasang gigi. Satu diberikan ke dokter, satu lagi kita simpan. Proses ini
memakan biaya 250rbuan untuk 2 pasang gigi (harga di RS mulut dan gigi
UI, Salemba)
Langkah ketiga adalah pembersihan karang gigi dan penambalan gigi bolong.
Sebelum behel dipasang, dokter akan
memastikan gigi kita bersih dari karang dan tidak ada bolong pada gigi.
Selain itu dokter juga mengetes apakah gusi kita sedang bermasalah atau
tidak seperti gusi bengkak, gusi berdarah, sariawan dll. Proses
pembersihan karang membutuhkan waktu setengah jam – satu jam dan
terkadang dibeberapa orang selama proses pembersihan, gigi akan merasa
ngilu atau nyut-nyutan. Jika gigi telah bersih dan gusi tidak
bermasalah, baru kita akan mulai prose pemasangan behel. Oh ya, biaya
untuk membersihkan karang di RS gigi dan mulut UI adalah 75 rb sedangkan
untuk tambal gigi sekitar 100rban.
Langkah keempat adalah proses pemasangan behel.
Dalam proses ini, setiap dokter memiliki
langkah yang berbeda. Ada dokter yang mencabut gigi pasien yang
berlebihan terlebih dahulu, ada juga yang langsung memasang behel baru
kemudian mencabut gigi berlebih. Yang jelas, pada kasus gigi berantakan
biasanya akan di cabut 3-4 gigi atas dan bawah (2 atas, 2 bawah) kalau
pada gigi maju namun sudah rapih, biasanya tidak perlu ada cabut gigi.
Proses pemasangan behel ini memakan waktu 2-4 jam (gigi bagian atas dan
bawah) kocek yang harus kita keluarkan juga bervariasi antara 3.5 juta –
20 juta untuk gigi atas dan bawah (harga dokter gigi bukan harga ahli
gigi) gue mengeluarkan biaya 4 juta untuk memasang atas dan bawah di
dokter spesialis gigi di daerah pamulang. Biaya untuk cabut gigi
berkisar dari 70 rb – 200 rb. Gue mengeluarkan uang 70 rb untuk mencabut
gigi di dokter langganan gw.
Bentuk behel yang dipasang pun juga ada step-stepnya.
Pertama kali bentuk behel masih berupa
titik berwarna-warni. Karet pada behelah yang membuat behel
berwarna-warni, bukan pada besi behel. Karet ini akan dipasangankan pada
besi behel yang berfungsi untuk melindungi agar besi behel tidak
terlepas dari kaitnya. Proses ini disebut proses perapihan gigi. Lamanya
proses bisa semingggu – 6 bulan tergantung dari masalah gigi dan
tingkat keberantakan gigi.
Tahap pentitikan behel
Ketika
gigi sudah mulai terlihat rapi, dokter akan memasang karet tarik
sehingga behel akan terlihat seperti sebuah garis yang berwarna-warni.
Dan ketika kamu nyengir, maka gigimu akan berwarna-warni. Proses di atas
disebut sebagai proses penarikkan gigi. Tujuannya agar space kosong
dari gigi yang dicabut dapat diisi sehingga gigi tidak berantakan lagi
dan mulai mengikuti garis bibir. Proses ini memakan waktu 2- 3.5 tahun
lamanya bergantung dari besarnya gigi dan struktur gigi.
Setelah behel dipasang, kita musti rajin
check up ke dokter minimal dua minggu sekali. Tujuannya untuk mengganti
karet di dalam behel dan dokter akan memeriksa pergerakan gigi kita.
Kegiatan itu bahasa kerennya aktivasi. Mengganti karet behel keliatannya
simple dan ga menyiksa. Tapi kalau karet itu ada di gigi kita yang lagi
goyang…wuihhh…. Rasanya pengen joget inul…ngilu, sakit, cenat-cenut
numpuk jadi satu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar