Another side from BEHEL Gigi (episode 2)
Efek dan rasanya sesudah behel terpasang
Tibalah saatnya gue
menjelaskan proses yang gw sebut sebagai proses “penyiksaan diri”.
Beberapa jam setelah behel dipasang, kamu akan mulai merasakan ngilu
atau nyut-nyutan pada gigimu. Makin hari, rasa ngilu itu makin menjadi,
apalagi di malam hari saat mau tidur. Gigimu akan terasa seperti mau
tanggal semua dan rasanya pengen mencopot semua behel di gigi.
Lalu
saat mengunyah makan, gigimu akan berasa goyang dan berasa mau copot.
Apalagi saat makan makanan keras macem steak, tulang dan kerupuk, ga
sakit kok. Tapi bisa membuatmu untuk ilfeel dan kapok buat makan. Ga
Cuma itu saja, beberapa hari kemudian mulutmu akan mulai merasa sakit,
perih dan memerah akibat pergesekan behel dengan kulit mulut. Akibatnya
akan muncul sariawan, mulut berdarah, bibir kering dan mulut
beset-beset. Tiap bangun tidur dinding mulut akan terasa sakit dan
merah-merah gara-gara efek behel yang nempel selama kamu tidur.
(uuhh…gausah dibayangin gimana sakitnya!!!)
Penyiksaan
ini akan dirasakan hampir semua pemakai behel selama tiga bulan awal
atau selama proses perapihan gigi. Tak heran banyak pemakai behel di
tahap awal ini yang mendadak jadi kurus dan menciut. Ya itu semua karena
mereka kehilangan napsu buat makan. Sekali mengunyah, sakitnya ga
terucap dan mungkin akan membuat lu joget-joget sambil nyanyi…. lebih
baik sakit hati…. daripada sakit gigi….. oowww…syalalalalala…ser..ser….
Ketika
memasuki proses penarikan gigi, penyiksaan makin menjadi. Kamu akan
merasakan ngilu dan gigi cenat-cenut selama berhari-hari atau
berminggu-minggu. Nah diproses ini, tukang bubur atau roti atau tukang
mie akan kebanjiran order gara-gara laku dibeli sama si penderita behel.
Makannya pun musti pelan-pelan bagaikan nenek sudah tua giginya tinggal
dua. Mau makan makanan gede dan panjang kayak ayam, bakso, tempe dll
juga musti dipotong kecil-kecil dulu. (Sungguh malang sekali nasibmu
nak..nak…)
Selain
proses penyiksaan di atas, memakai behel juga butuh perawatan ekstra
dan telaten. Gigi lu ga bisa menutup dengan sempurna karena bibir lu
menjadi sempit dan saat senyum lu musti nyengir atau mendoerkan bibir
kamu karena akan terasa sakit jika kau tersenyum dengan gaya mingkem
alias ga keliatan gigi..
Lalu,
kamu bakal otomatis jadi rajin sikat gigi. Karena abis makan, banyak
makanan yang ngetem atau mogok di sela-sela gigi dan behel yang mau-ga
mau harus dihilangkan dengan sikat gigi. Menyikat gigi berbehel juga
musti pakai sikat gigi khusus dan dengan cara khusus. Ya pokoknya harus
sedikit pong..pong..the rempong deh…
Dari cerita gue di
atas, memasang behel itu mahal, lu harus keluarin duit minimal lima juta
rupiah (termasuk pasang behel, bersihin karang, cabut gigi, cetak gigi,
rontgen, tambel gigi, foto gigi, biaya konsultasi dokter dan biaya
resep obat. Belum termasuk aktivasi ke dokter tiap bulannya) dan lu
musti kuat mental buat nahan rasa ngilu, cenat-cenut dan sariawan. Ga
Cuma itu, lu juga musti rem to the pong buat ngurusin behel-behel imut
di gigi lu itu.
Jadi,
buat yang mau pasang behel hanya untuk GAYA atau supaya terlihat lebih
KECE mending bertapa dulu di gunung merapi dan bertanya pada diri
sendiri “sanggupkah aku menanggung semua derita ini…syalalalala…..”
jangan sampai terlajut memasang behel terus joget2 sambil nyanyi lagu
“Ga..ga..ga…kuat..ga..ga..ga..kuat..” Sayangkan lu membuang duit jutaan
hanya untuk menyiksa diri dan gigi, padahal gigi lu udah keren dari
sononya.
Tapi untuk kalian
yang punya gigi berantakan dan agak mengganggu penampilan, boleh banget
untuk mencoba memakai behel karena hasil yang didapatkan akan setara
dengan penyiksaan yang dialami. Gigimu akan tersusun rapi, rata dan
ketika kau senyum akan mengikuti garis bibir. Bonusnya ada beberapa
orang yang terlihat lebih menarik dan manis saat memakai behel. Soal
penyiksaan yang terjadi, anggep aja uji nyali dan melatih mental biar
sekuat satria Baja hitam..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar